Selasa, 22 Februari 2011

Pendekatan Top Down

Pemrograman terstruktur mempergunakan Pendekatan Top-Down dalam perencanaan program
Merupakan pendekatan yang menggambarkan pemecahan modul kompleks/besar menjadi modul-modul yang lebih sederhana/kecil Berbentuk Struktur Hirarki

    Di dalam pemrograman terstruktur, terdapat 3 bentuk struktur perintah yang dipergunakan :
Sequence Structure
Loop Structure
Selection Structure

Struktur perintah yang instruksinya dieksekusi berdasarkan urutannya. Dimulai dari bagian atas dan diakhiri di bagian bawahnya
Digambarkan dengan bujur sangkar, sebagai simbol untuk :
Input dan Output
Operasi aritmatika
Operasi pemindahan data dalam memori komputer
Menggambarkan perulangan eksekusi dari satu atau lebih instruksi
Menggambarkan struktur yang mengeksekusi suatu instruksi hanya apabila kondisinya terpenuhi.

Algoritma merupakan sekumpulan langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas
Penamaan “Algoritma” diambil dari seorang ahli matematika bernama Al-Khwarizmi
Sebuah algoritma harus:
Jelas, tepat dan tidak membingungkan
Memberikan penyelesaian yang tepat
Mempunyai akhir


Tujuh langkah dasar dalam pengembangan program :

  • Definisi Masalah
  • Outline Solusi
  • Pengembangan outline ke dalam algoritma
  • Melakukan test terhadap algoritma
  • Memindahkan algoritma ke dalam bahasa pemrograman
  • Menjalankan program pada komputer
  • Dokumentasi dan pemeliharaan program
Pada tahap ini memerlukan pemahaman terhadap permasalahan dengan membaca berulang kali sampai dengan mengerti apa yang dibutuhkan.

Permasalahan dibagi kedalam tiga komponen:
Input / Masukan
Output / Keluaran
Proses

        Setelah permasalahan didefinisikan, permasalahan dapat di bagi kedalam tugas tugas atau langkah langkah yang lebih kecil dan menghasilkan outline solusi

    Outline solusi pada langkah kedua dikembangakan menjadi algoritma yaitu sebuah set langkah yang menggambarkan tugas yang akan dikerjakan dan urutan pengerjaannya.

Tujuan utama dari melakukan test terhadap algoritma adalah adalah untuk menemukan kesalahan utama logika sejak awal, sehingga akan lebih mudah diperbaiki.
Data test diperlukan untuk melakukan test terhadap algoritma ini.

        Setelah ke-empat langkah sebelumnya dilakukan, maka pencodingan dapat dimulai dengan menggunakan bahasa pemrograman yang dipilih.

Setelah pengcodingan, maka program dapat dijalankan pada komputer. Jika Program sudah didesain dengan baik, maka akan mengurangi tingkat kesalahan dalam melakukan testing program.
Langkah ini perlu dilakukan beberapa kali, sehingga program yang dijalankan dapat berfungsi dengan benar

Dokumentasi melibatkan eksternal dokumentasi (hierarchy chart, algoritma solusi, dan hasil data test)  dan internal dokumentasi (coding program)
Pemeliharaan program meliputi perubahan yang dialami oleh program (perbaikan ataupun penambahan modul, dll)
Pertanyaan :

1. Jelaskan perbedaan antara pendekatan modular dengan pendekatan Top Down ?

2.Berikan contoh masalah yang berhubungan dengan input, proses dan output?

27 komentar:

  1. 1.perbedaan antara pendekatan modular dengan pendekatan Top Down ?

    Dalam pendekatan Modular :
    •Program dipecah-pecah kedalam modul-modul
    •Setiap modul mempunyai tugas dan fungsi sendiri
    •Setiap modul ditulis terpisah dengan modul lainnya, sehingga program mudah dicari kesalahnnya.
    •Program memiliki modul program utama untuk mengontrol semua proses submodul.
    •Setiap submodul mengembalikan control program ke modul utama jika selesai melakukan tugasnya.
    •fungsi yang dijalankan oleh setiap modul sangat terbatas sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan.
    •Dengan adanya sejumlah modul program ini tentu saja kesalahan yang timbul dapat dikurangi.

    Dalam pendekatan Top Down :
    •Mendefinisikan modul untuk program utama, yang merupakan program yang pertama kali dieksekusi,
    •Modul utama akan memanggil modul yang lain untuk melakukan tugas dan memanggil modul untuk menghentikan eksekusi program.
    •Jika fungsi yang akan dikerjakan terlalu komplek, maka modul ini harus dipecah kedalam sejumlah modul-modul yang ada dibawahnya.

    2. contoh masalah yang berhubungan dengan input, proses dan output?

    Model sistem Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas ) :

    KOMPONEN INPUT :
    -Man yaitu Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis )
    -Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan
    -Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya
    -Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat
    -Markets yaitu Masyarakat dan penderita di wilayah Puskesmas
    -Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan

    KOMPONEN PROSES :
    -Proses kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis
    -Proses penggunaan Bahan dan obat serta penyediaan lainnya
    -Proses penggunaan prosedur kerja/layanan kesehatan masyarakat
    -Proses pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat
    -Proses penggunaan perlengkapan dan peralatan kesehatan
    -Proses pendapatan dan pengeluaran penganggaran

    KOMPONEN OUTPUT :
    -Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS ( Preventif, , Promosi, Kuratif, Rehabilitatif )

    BalasHapus
  2. Perbedaan antara pendekatan Modular dengan pendekatan Top Down adalah?
    Jawab :
    Pendekatan secara Modular, suatu program akan di pilah ke dalam sejumlah modul, dimana setiap modul menjalanka fungsinya sendiri, tentunya fungsi yang di jalankan oleh setiap modul sangat terbatas sesuai dengan ruang lingkup yang akan di kerjakan.
    dengan adanya sejumlah modul program ini tentu saja kesalahan yang timbul dapat di kurangi.

    Sedangkan Pendekatan Top Down adalah,

    Merupakan pendekatan yang menggambarkan pemecahan modul kompleks/besar menjadi modul-modul yang lebih sederhana/kecil Berbentuk Struktur Hirarki

    Contoh Kasus Perhitungan Luas Alas Segitiga.

    Inputnya : masukkan nilai Alas : 8cm
    masukkan nilai Tinggi : 10cm

    Proses : masukkan angka kedalam rumus.
    ALAS X TINGGI : 2
    8CM X 10 CM : 2

    Hasil : 40 CM

    BalasHapus
  3. Indriyanto Utama / 091131095 / 906

    1. Perbedaan antara pendekatan modular dengan pendekatan Top Down :

    A. Pemrograman Modular

    - Program lebih pendek
    - Mudah dibaca dan dimengerti
    - Mudah didokumentasi
    - Mengurangi kesalahan dan mudah mencari kesalahan
    - Kesalahan yang terjadi bersifat “lokal”
    - Dalam pemrograman modular, program dipecah-pecah ke dalam modul-modul, dimana setiap modul menunjukkan fungsi dan tugas tunggal.
    - Setiap program mempunyai sebuah modul program utama, yang mengontrol semua proses yang terjadi.
    -Pemrograman modular diterapkan dengan menggunakan sub-routine. Sub-routine adalah sebuah kumpulan perintah yang melakukan tugas pemrosesan yang terbatas.

    B. Pemrograman Top-Down

    - Penelusuran program mudah
    - Program dapat dikerjakan oleh beberapa orang sehingga program cepat selesai dengan koordinasi yang mudah.
    - Mudah dalam mencari kesalahan-kesalahan karena alur logika jelas dan sederhana
    - Kesalahan dapat dilokalisasi dalam suatu modul tertentu saja.
    - Modifikasi program dapat dilakukan pada suatu modul tertentu saja tanpa mengganggu program keseluruhan
    - Fungsi-fungsi digunakan untuk menghindari penulisan program yang sama yang ditulis secara berulang – ulang
    - Langkah – langkah program dapat dituliskan sekali saja secara terpisah dalam bentuk fungsi, Selanjutnya bagian program yang membutuhkan langkah – langkah ini tidak perlu selalu menuliskannya, hanya cukup memanggil fungsi tersebut.
    - Mempermudah dokumentasi.
    - Reusability: Suatu fungsi dapat digunakan kembali oleh program atau fungsi lain

    Pendekatan Top-down ini sangat berguna dalam perencanaan pemrograman modular. Dalam pemrograman top-down (atas ke bawah), yang pertama harus kita definisikan adalah modul utama. Modul utama yang dimaksud adalah modul yang pertama kali dijalankan atau modul yang memanggil modul lainnya atau juga modul yang mengakhiri proses program tersebut.

    2. Contoh masalah yang berhubungan dengan input, proses dan output :

    Sebagai contoh permasalahan menghitung luas persegi panjang dapat diselesaikan apabila diketahui lebar dan panjang persegi panjang tersebut.

    Dari analisa permasalahan di atas maka :

    - input yang dibutuhkan : Panjang & lebar
    - Proses yang dibutuhkan : Menghitung luas persegi panjang
    - Output yang dihasilkan : Luas persegi panjang

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh penulis.

    BalasHapus
  5. maaf pa yang sanusi uci itu contohnya salah: ini pembenarannya..
    sanusi/091131011/906:
    1. Perbedaan antara pendekatan modular dengan pendekatan Top Down

    *PENDEKATAN MODULAR
    Dalam pendekatan sistem untuk mendapatkan konsep bioindikator direkayasa bekerja di tanam sistem yang penting secara global untuk mengatasi kendala lokal sebenarnya, kita membayangkan suatu biosentinel atau bioindikator dengan modul.

    *PENDEKATAN TOP DOWN
    Perubahan jarang mudah bagi organisasi. It is often met with apprehension and resistance. Hal ini sering bertemu dengan ketakutan dan perlawanan. In order to be successfully carried out, the change process relies on a tremendous amount of influential leadership. Agar dapat berhasil dilakukan, proses perubahan bergantung pada sejumlah besar kepemimpinan berpengaruh. The top-down approach to organisational change asserts that one or a few members of top level management should envision strategies and tactics first. Pendekatan top-down untuk perubahan organisasi menegaskan bahwa satu atau beberapa anggota manajemen tingkat atas harus membayangkan strategi dan taktik pertama. The plans or goals are then communicated to and implemented by lower levels in the organisational structure based on hierarchical order. Rencana atau tujuan tersebut kemudian disampaikan kepada dan dilaksanakan oleh tingkat yang lebih rendah dalam struktur organisasi berdasarkan pesanan hirarki.
    2. contoh nya: penerimaan CPNS mendaftar melalui log in untuk pendaftaran, isi formulir, dan mengambil nomor untuk tes CPNS.
    Terima kasih pa.. maaf di maklumi.

    BalasHapus
  6. Sugiyarto/091131018/906
    (1)PERBEDAAN ANTARA PENDEKATAN MODULAR DAN PENDEKATAN TOP DOWN :
    a.Pendekatan Modular berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian atau modul yg sederhana,sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangakan.sistem akan mudah dikembangkan tepat pada waktu yg telah direncanakan.akan mudah dipahami oleh pemakai sitem dan mudah dipelihara.
    b.Pendekatan Top Down simulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi.kemudian proses turun kepemrosesan transaksi yaitu penentuan input,uotput,basis data dan prosedur2 operasi dan kontrol.

    (2) CONTOH MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENAGN INPUT,OUTPUT DAN PROSES :
    Pelayanan rawat inap dalam sebuah Instansi Rumah Sakit.berhubungan dengan struktur yg didalamnya terdapat input pelayanan rawat inap itu sendiri kemudian proses yg baik dan pada akhirnya akan ada output pelayanan yg bermutu.

    BalasHapus
  7. 1. Pendekatan Modular

    pendekatan yang dilakukan secara modular, dengan pendekatan ini suatu program akan dipilah kedalam sejumlah modul, masing-masing modul akan mempunyai fungsi khusus sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan. Dengan adanya pemilahan tersebut, maka kesalahan akan dapat diminimalisir. Selanjutnya masing-masing modul tersebut akan dipanggil dari program utama agar menjadi sebuah program yang utuh.

    2. Pendekatan Top Down

    pendekatan top-down menekankan perencanaan dan pemahaman yang lengkap dari sistem. It is inherent that no coding can begin until a sufficient level of detail has been reached in the design of at least some part of the system. Hal ini melekat bahwa tidak ada coding bisa dimulai sampai tingkat yang cukup rinci telah dicapai dalam desain setidaknya beberapa bagian dari sistem. The Top-Down Approach is done by attaching the stubs in place of the module. Pendekatan Top-Down dilakukan dengan melampirkan stub di tempat modul. This, however, delays testing of the ultimate functional units of a system until significant design is complete. Ini, bagaimanapun, penundaan pengujian unit fungsional utama dari sistem hingga desain signifikan selesai.

    1. CONTOH PROSES

    - Data suhu mentah diubah dan dimuat ke tabel suhu dalam memori.
    - Aliran harga saham saat ini dianalisis untuk melihat perusahaan itu milik dan dipisahkan ke dalam tabel perusahaan yang bersangkutan dalam sistem database.
    - Koran mengambil teks murni yang diperoleh dari layanan berita kawat dan menciptakan tata letak halaman depan menggunakan gambar dan teks diformat.
    - Adalah tombol yang dimasukkan oleh juru ketik akan diubah ke format ASCII bahwa komputer dapat mengerti.

    2. CONTOH INPUT

    - Termometer terkait dengan sistem menyediakan data pada suhu mentah.
    - Sebuah penyedia jasa keuangan mengirimkan aliran harga saham saat ini ke komputer Anda.
    - Sebuah koran mengambil feed berita dari layanan kawat berita seperti Reuters.
    - Seseorang tipe data ke dalam sistem database dengan menggunakan keyboard.

    3. CONTOH OUTPUT

    - Data suhu yang telah diproses, sekarang keluaran sebagai grafik berwarna multi.
    - Harga saham disajikan sebagai grafik bergerak hidup di layar
    - Kabel berita informasi mentah dilihat pada website Anda sebagai cerita, semua baik diformat dengan gaya perusahaan.
    - Adalah tombol yang dimasukkan langsung ditampilkan pada monitor pengetik's sehingga dia bisa melihat apa yang sedang dimasukkan.

    BalasHapus
  8. Hadi Eko Prayitno / 091131093
    1. Jelaskan perbedaan antara pendekatan modular dengan pendekatan Top Down ?
    Modularisasi: konsep modularisasi sangat penting. Modularisasi sangat menyederhanakan pengembangan program karena setiap bagian bisa dikembangkan dan diuji secara terpisah. Modul merupakan langkah pemrosesan dari suatu program. Masing-masing modul tersusun atas pernyataan pernyataan program yang mempunyai hubungan logis. (Modul kadang-kadang dinamakan subprogram atau subrutin). Contoh dari modul bisa berupa instruksi pemrograman yang hanya mengatakan ” Bukan sebuah file, sebuah record, dan tampilkan layar pada tampilan”. Akan lebih baik jika masing-masing modul hanya memiliki satu fungsi, sama seperti paragraf dalam kalimat sebaiknya memiliki satu pikiran yang utuh. Aturan ini membatasi ukuran dan kompleksitas modul.

    Desain Program atas-bawah: Desain program atas bawah (top-down) bisa digambarkan dalam satu bagan hirarki. Satu bagan hierarki, atau bagan struktur, menggambarkan tujuan program secara keseluruhan, dengan mengidentifikasi semua modul yang diperlukan untuk mencapai tujuan besar tersebut dan hubungan antar modul. Bgan ini bekerja mulai dari yang umum hingga yang khusus, memulai dari level atas (level tinggi) yang melihat pa yang harus dikerjakan program. Selanjutnya, masing-masing layer memperbaiki dan memperluas layer sebelumnya hingga level bawah bisa dibuat menjadi modul pemrograman yang khusus. Program harus berjalan sesuai urutan dari satu modoul ke modul berikutnya sampai semuanya diproses. Ada tiga modul utama yang sejalan dengan tiga operasi utama dari suatu komputasi – input, pemrosesan dan output.

    2.Berikan contoh masalah yang berhubungan dengan input, proses dan output?
    pengolahan data dengan komputer, urutan dasar pemecahan suatu masalah:
    o START, berisi instruksi untuk persiapan peralatan yang diperlukan sebelum menangani pemecahan persoalan
    o READ, berisi instruksi kegiatan untuk membaca data dari suatu peralatan input
    • PROSES, berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca
    • WRITE, berisi instruksi untuk merekan hasil kegiatan ke peralatan output
    • END, mengakhiri kegiatan pengolahan

    BalasHapus
  9. assalamualiakum wr.wb .
    aminm mauzun 906 mi
    ,,
    1.pendekatan modular , pendekatan ini secara satu persatu dari tiap unsur/organisasi/elemen ,untuk membangun sebuah program, sedangkan pendekatan top down ,pendekatan ini secara menyeluruh tapi tipa bagian di ringkas agar lebih mudah , tiap bagian input,proses, output.

    2. untuk menyelesaikan suatu program/tujuan
    Input: diameter ,jari-jari
    proses: menghitung luas lingkaran dengan rumus ( 2phi x r )
    output: luas lingkaran.

    terima kasih.

    BalasHapus
  10. nama:sumiyati 906
    nim:091131020
    1.pendekatan modular yaitu merupakan pendekatan yang berupaya memecah sistem yang komplek menjadi sitem yang lebih sederhan,dengan pengembangan secara gradual sesuai jadwal yang telah di rencanakan.pendekatan ini merupakan ciri dari pendekatan terstruktur.
    sedangkan pendekatan top down yaitu di mulai dari top level sebagai perencana strategi,melalui identifikasi sasaran dan mendefinisikan kebijakan organisasi,baru kemudian di lanjutkan dengan analisis terhadap kebutuhan informasi untuk mengelola pencapaian sasaran tersebut.
    2.contoh dalam sistem komputer
    input:program adalah input yang di gunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi
    output:panas yang di hasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasilsisa pembuangan sedang informasi adalah keluaran yang di butuhkan
    proses:suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yanglain menjadi keluaran berupa barang jadi.

    BalasHapus
  11. nama:euis sutarsih 906
    nim:091130964
    1.pendekatan modular yaitu merupakan pendekatan yang mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh .pendekatan ini kurang mengena untuk sistem yang komplek karna akan menjadi sulit untuk di kembangkan.
    sedangkan pendekatan top down yaitu pendekatan pada tahap analisis sistem di sebut juga dengan istilah decision analysis,karna yang menjadi tekanan adalah informasi yang di butuhkan untuk pengambilan keputusan .
    2.input:penyetoran uang ke bank untuk di simpan di dalam saldo tabungan
    proses:pendataan hasil penyetoran uang ke dalam saldo
    output:penambahan saldo di dalam buku tabungan

    BalasHapus
  12. NAMA : PRITA sHELLA yUENTAVI 906
    Nim : 091131106

    perbedaan pendekatan modular dan Top down adalah
    1.pENDEKATAN mOdular adalah Memecahkan suatu masalah yang rumit menjadi bagian-bagian tertentu membagi program yang besar menjadi beberapa bagian Sub program menjadi beberapa bagian yang lebih kecil
    2.Pendekatan Top Down adalah dlm sistem informasi atau manajemen yaitu dimulai dari Level Organisasi atau level perencanaan organisasi pendekatan ini dimulai dengan mendefenisikan sasaran dan kebijakkan organisasi apabila di mungkinkan maka masalah tersebut akan dipilah lagi Sub bagian setelah itu mulai disusun menjadi langkah-langkah untuk menyelesaikan secara Detail

    Contoh input&Output dlm,peralatan komputer
    Input :key board,mouse,scanner,printer,monitor
    proses :Digunakan oleh User untuk berkomunikasi dengan komputer sehingga User dapat memasukkan data yang di perlukan data yang di perlukan untuk komputasi peralatan input dan User dapat melihat hasil komputasi melalui peralatan Output
    Output : Dalam pemrograman pengolahan seperti Ms.Word, uSER BISA Mengetikkan Laporan Melalui KEYBOARD DAN uSER Bisa MElihat hasil KEtikkannya DI MOnitor

    BalasHapus
  13. Septradi Setiawan/091131013/906:
    1. Perbedaan antara pendekatan modular dengan pendekatan Top Down

    *PENDEKATAN MODULAR
    Dalam pendekatan sistem untuk mendapatkan konsep bioindikator direkayasa bekerja di tanam sistem yang penting secara global untuk mengatasi kendala lokal sebenarnya, kita membayangkan suatu biosentinel atau bioindikator dengan modul.

    *PENDEKATAN TOP DOWN
    Perubahan jarang mudah bagi organisasi. It is often met with apprehension and resistance. Hal ini sering bertemu dengan ketakutan dan perlawanan. In order to be successfully carried out, the change process relies on a tremendous amount of influential leadership. Agar dapat berhasil dilakukan, proses perubahan bergantung pada sejumlah besar kepemimpinan berpengaruh. The top-down approach to organisational change asserts that one or a few members of top level management should envision strategies and tactics first. Pendekatan top-down untuk perubahan organisasi menegaskan bahwa satu atau beberapa anggota manajemen tingkat atas harus membayangkan strategi dan taktik pertama. The plans or goals are then communicated to and implemented by lower levels in the organisational structure based on hierarchical order. Rencana atau tujuan tersebut kemudian disampaikan kepada dan dilaksanakan oleh tingkat yang lebih rendah dalam struktur organisasi berdasarkan pesanan hirarki.
    2. contoh: penerimaan mahasiswa baru mendaftar melalui website kampus untuk pendaftaran, isi formulir, dan konfirmasi ke kampus untuk pendaftaran dan kemudian mendapatkan ID.

    Hanya itu yang bisa saya jawab pak. Terima kasih

    BalasHapus
  14. AHMAD RAMDHANI
    906_NIM :

    1.PERBEDAAN ANTARA PENDEKATAN MODULAR DENGAN PENDEKATAN TOP DOWN?

    *PENDEKATAN MODULAR MEMPUNYAI SEJUMLAH MODUL, DIMANA MODUL ITU SENDIRI BERFUNGSI UNTUK MEMINIMALISIR KESALAHAN DAN LEBIH DETAIL DARI A-Z.
    *PENDEKATAN TOP DOWN SEBENARNYA FUNGSINYA SAMA UNTUK MEMINIMALISIR KESALAHAN DALAM PEMBUATAN PROGRAM CUMA PENDEKATAN TOPDOWN CARANYA LEBIH SEGERHANA DAN KOMPLEKS.

    2.CONTOH MASALAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN INPUT,PROSES DAN OUTPUT?

    (CUCI STEAM MOTOR/MOBIL)
    INPUT : MOTOR/MOBIL CUSTOMERS
    PROSES : PENCUCIAN MOTOR/MOBIL
    OUTPUT : MOTOR/MOBIL BERSIH DAN PEMBAYARAN

    BalasHapus
  15. Iman Saleh Tarihoran 091131040
    1.Perbedaan antara pendekatan modular dan pendekatan top dow yaitu
    1.Modular (program moduler)
    -mudah dibaca dan dimengerti
    -Program lebih pendek
    -mengurangi kesalahan
    -Mudah mencari kesalahan
    -Setiap program mempunyai satu modul yang merupa
    kan modul utama
    2.Program Top DOW
    -Program lebih panjang
    -Program dapat dikerjakan beberapa orang
    -Langkah-langkag program dapat dituliskan sekali
    saja
    -Mempermudah dokumentasi
    2.Contah masalah yang berhubungan dengan INPUT>PROSES>OUTPUT yaitu "permasalahan penghitungan suara PEMILU"
    INPUT:Pencoplosan(pemungutan suara)
    PROSES:penghitungan suara
    OUTPUT:hasil penghitungan suara.

    BalasHapus
  16. 1. Pendekatan modular yaitu Pendekatan dimana suatu program akan dipilah kedalam sejumlah modul, dimana setiap modul menjalankan fungsinya sendiri. Tentunya fungsi yang dijalankan oleh setiap modul sangat terbatas sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan.
    SedangkanPendekatan Top Down yaitu Merupakan pendekatan yang menggambarkan pemecahan modul kompleks/besar menjadi modul-modul yang lebih sederhana/kecil Berbentuk Struktur Hirarki.
    2. Contoh masalah yang berhubungan dengan INPUT, PROSES, dan OUTPUT yaitu Penyajian Informasi Data Pada Perusahaan.
    Input : Proses Entry Data
    Proses : Pengolahan data seakurat mungkin dari data yg telah di entry.
    Output : Sebuah Informasi/Laporan yang di butuhkan oleh Perusahaan tersebut.

    Arif Prasetyo (091130953)

    BalasHapus
  17. happy anandari_906
    091131037

    1. pendekatan modular yaitu yang dilakukan secara modular, dengan pendekatan ini suatu program akan dipilah kedalam sejumlah modul, masing-masing modul akan mempunyai fungsi khusus sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan. Dengan adanya pemilahan tersebut, maka kesalahan akan dapat diminimalisir. Selanjutnya masing-masing modul tersebut akan dipanggil dari program utama agar menjadi sebuah program yang utuh.

    2. pendekatan top down adalah top-down oleh iterates pembangunan dimulai dengan besar gambar dari domain (atas) dan bekerja bawah oleh decomposing secara perlahan ke dalam domain, nama, dan kelas-kelas (bagian bawah). Sebaliknya, sebuah metode bottom-up, yang juga merupakan proses yg berulang, dimulai di tingkat kelas (bagian bawah) dan berhasil naik ke atas, dengan menyusun kelas, nama, dan secara perlahan. Secara historis, berorientasi objek desain dan pengembangan theorists ada advocated decomposing domain yang rumit menjadi mudah dikelola unit, yang merupakan metode top-down.

    contoh input :Ketika kamu mengetik beberapa kata atau angka pada keyboard, maka kata-kata tersebut dinamakan data input.

    contoh output :jumlah gambar yang ditampilkan dilayar, kata-kata yang tercetak di kertas, juga musik yang diperdengarkan melalui beebrapa speker.

    contoh proses :Filter atau saring data dari step sebelumnya berdasarkan field result dengan menggunakan step [Filter Row]. Data yang cocok dengan result = Y akan menuju step [Tanggal] sedangkan jika tidak cocok akan menuju ke step [Others].

    BalasHapus
  18. 1.pendekatan modular adalah Dalam pemrograman secara modular, suatu program akan dipilah kedalam sejumlah
    modul, dimana setiap modul menjalankan fungsinya sendiri. Tentunya fungsi yang dijalankan
    oleh setiap modul sangat terbatas sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan. Dengan
    adanya sejumlah modul program ini tentu saja kesalahan yang timbul dapat dikurangi.
    Setiap program tentu akan memiliki program utamanya, yang kemudian akan memanggil
    sejumlah modul-modul yang ada.

    2.pendekatan top down adalah
    Pendekatan ini dilakukan dengan membuat perancangan data warehouse terlebih dahulu secara keseluruhan. Dalam pembuatannya, ditentukan apa yang menjadi sumber data dan bagaimana cara untuk memasukkannya ke dalam data warehouse yang telah dirancang terlebih dahulu. Pendekatan ini menyatakan bahwa pembangunan desain arsitektur data warehouse adalah hal pertama yang dilakukan dalam membangun suatu data warehouse.

    input:program java pada keyboard melalui komputer Software.
    output:hard copy device berupa alat yang digunakan untuk mencetak tulisan serta image pada media image seperti kertas, plastik serta film contoh : printer, ploter, computer output.
    proses:mengambil uang menggunakan KARTU ATM

    BalasHapus
  19. ANDRI-906
    091131076

    1.pendekatan modular adalah Dalam pemrograman secara modular, suatu program akan dipilah kedalam sejumlah
    modul, dimana setiap modul menjalankan fungsinya sendiri. Tentunya fungsi yang dijalankan
    oleh setiap modul sangat terbatas sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan. Dengan
    adanya sejumlah modul program ini tentu saja kesalahan yang timbul dapat dikurangi.
    Setiap program tentu akan memiliki program utamanya, yang kemudian akan memanggil
    sejumlah modul-modul yang ada.


    2.pendekatan top down adalah
    Pendekatan ini dilakukan dengan membuat perancangan data warehouse terlebih dahulu secara keseluruhan. Dalam pembuatannya, ditentukan apa yang menjadi sumber data dan bagaimana cara untuk memasukkannya ke dalam data warehouse yang telah dirancang terlebih dahulu. Pendekatan ini menyatakan bahwa pembangunan desain arsitektur data warehouse adalah hal pertama yang dilakukan dalam membangun suatu data warehouse.

    input:program java pada keyboard melalui komputer Software.
    output:hard copy device berupa alat yang digunakan untuk mencetak tulisan serta image pada media image seperti kertas, plastik serta film contoh : printer, ploter, computer output.
    proses:mengambil uang menggunakan KARTU ATM

    BalasHapus
  20. (906) 091131048

    Pendekatan Moduler : pendekatan ini merupakan pendekatan terstruktur. Pendekatan pemecahan masalah dari modul yg besar dan rumit menjadi modul yg kecil dan lebih sederhana serta lebih mudah dipahami. program dipecah kedalam modul-modul dan mempunyai fungsi dan tugas masing masing.
    Pendekatan Top down :Pendekatan ini merupakan cirri dr pendekatan terstruktur, Pendekatan dari level atas kelevel terbawah, program dapat dikerjakan oleh beberapa user, sehingga lebih singkat dan lebih mudah terkoreksi saat terjadi kesalahan-kesalahan, Program harus berjalan sesuai urutan dari modul pertama kemodul berikutnya.
    Contoh input, proses,dan output : Sistim Perpustakaan/Penyewan buku.
    Input : Data pelanggan.. nama, alamat, no tlp.
    Proses : penyewaan buku yg dipinjam, lama meminjam, pembayaran.
    Output : kartu anggota..

    BalasHapus
  21. Indriyani_906_091131095

    -Pendekatan Modular: yaitu berusaha memecahkan
    sistem yang rumit menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih mudah dipahami dan dikembangkan/sistem akan dapat dikembangkan tepat pada waktu yang telah direncanakan mudah dipahami oleh pemakai sistem dan mudah untuk dipelihara.

    - Pendekatan Top Down: pendekatan ini merupakan ciri-ciri pendekatan terstruktur. pendekatan atas turun bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.

    Nomor 2 nya Menyusul ya pak... :)

    BalasHapus
  22. nama : Yuningsih ( 906 )
    nim : 091131033

    _Pendekatan Modular adalah Pendekatan moduler. Pendekatan dengan memecah permasalahan yang rumit menjadi modul-modul yang sederhana, sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan. Pendekatan ini merupakan pendekatan terstruktur (structured approach)

    _Pendekatan Top Down adalah Pendekatan dari level teratas ke ke level bawah. Dalam sistem informasi atau manajemen, yaitu dimulai dari level organisasi atau level perencanaan organisasi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefenisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi.

    soall nomor 2'a juga ikutan nyusull pa' ...

    BalasHapus
  23. Rini sondang/ 906/ 091131007

    1. * Pendekatan modular merupakan pendekatan secara modular dgn cara suatu program akan dipilah kedalam sejumlah modul, dimana setiap modul menjalankan fungsinya sendiri2.
    *sedangkan pendekatan top down merupakan pendekatan yang menggambarkan pemecahan modul kompleks/besar menjadi modul-modul yang lebih sederhana/kecil Berbentuk Struktur Hirarki

    2. Salah satu Contoh masalahnya adalah sistem penjualan dimana suatu sistem dimulai dari menurunkan SO sesuai pesanan, lalu diproduksi, lalu menghasilkan sebuah barang jadi.

    BalasHapus
  24. SYARIF_906_091131074
    1. pendekatan secara modular adalah pendekatan suatu program akan dipilah kedalam sejumlah modul, masing-masing modul akan mempunyai fungsi khusus sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan. Dengan adanya pemilahan tersebut, maka kesalahan akan dapat diminimalisir. Selanjutnya masing-masing modul tersebut akan dipanggil dari program utama agar menjadi sebuah program yang utuh.
    Pemrograman secara modular ini dapat diimplementasikan dengan penggunaan subroutine, suatu kelompok instruksi yang menjalankan suatu pengolahan yang sifatnya terbatas seperti pencetakan, pembacaan, untuk proses input atau untuk proses penghitungan.
    Pendekatan dari level teratas ke ke level bawah. Dalam sistem informasi atau manajemen, yaitu dimulai dari level organisasi atau level perencanaan organisasi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefenisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi.

    2. contoh masalah pembuatan rumah
    Input : bahan-bahan bangunan
    Proses : mendesain rumah
    Output : rumah jadi

    BalasHapus
  25. Pemograman secara moduler > dapat di plementasikan dengan penggunaan subroutine,suatu kelompok intruksi yang menjalankan suatu pengolahan yang tempatnya terbatas seperti pecetakan pembacaan....

    Pendekatan top down > pendekatan dari level atas ke level bawah,dan sistem informasi atau manajemen yaitu dimulai dari level organisasi atau perencanaan,organisasi ini dimulai dengan mendefinisikan saran dengan lembaga organisasi..

    BalasHapus
  26. 1.Perbedaan antara pendekatan modular dengan pendekatan Top Down ialah :
    -Pendekatan atas-turun (top-down approach)
    dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi.
    Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi.
    Langkah selanjutnya analisis kebutuhan informasi.
    Setelah kebutuhan informasi ditentukan,
    maka proses turun ke pemrosesan transaksi,
    yaitu penentuan output, input, basis data, prosedur-prosedur operasi dan kontrol.
    Pendekatan ini merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur.
    Pendekatan ini bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah
    decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang
    dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu,
    kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi
    yang dibtuhkan


    -Pendekatan moduler (modular approach)
    berusaha memecah sistem yang rumit
    menjadi beberapa bagian atau modul yang sederhana, sehingga sistem akan lebih
    mudah dipahami dan dikembangkan. Akibat lebih lanjut adalah sistem akan
    dapat dikembangkan tepat pada waktu yang telah direncanakan, mudah dipahami oleh pemakai sistem dan mudah untuk dipelihara. Pendekatan ini juga merupakan ciri2 dari pendekatan terstruktur

    2.Contoh masalah yang berhubungan dengan input, proses dan output:
    -Pelayanan staff ticketing travel :
    >Input, menyediakan data penerbangan dan tiket yang kosong
    >Proses, memberikan informasi dengan pelayanan yang baik terhadap penumpang, mulai menuliskan jadwal penerbangan pada tiket
    >Output, tiket jadi, penumpang siap berangkat dengan jadwal yang ditentukan.

    BalasHapus
  27. pendekatan Modular :
    •Program dipecah-pecah kedalam modul-modul
    •Setiap modul mempunyai tugas dan fungsi sendiri
    •Setiap modul ditulis terpisah dengan modul lainnya, sehingga program mudah dicari kesalahnnya.
    •Program memiliki modul program utama untuk mengontrol semua proses submodul.
    •Setiap submodul mengembalikan control program ke modul utama jika selesai melakukan tugasnya.
    •fungsi yang dijalankan oleh setiap modul sangat terbatas sesuai dengan ruang lingkup yang akan dikerjakan.
    •Dengan adanya sejumlah modul program ini tentu saja kesalahan yang timbul dapat dikurangi.

    pendekatan Top Down :
    •Mendefinisikan modul untuk program utama, yang merupakan program yang pertama kali dieksekusi,
    •Modul utama akan memanggil modul yang lain untuk melakukan tugas dan memanggil modul untuk menghentikan eksekusi program.
    •Jika fungsi yang akan dikerjakan terlalu komplek, maka modul ini harus dipecah kedalam sejumlah modul-modul yang ada dibawahnya

    trimakasih,, nilai saya brapa om?? :D

    BalasHapus